Selamat Datang di Website Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perindustrian Kota Balikpapan

Kawasan Industri Kariangau (KIK) berlokasi di Kelurahan Kariangau, Kecamatan Balikpapan Barat dengan menempati area seluas 3.565 ha yang selanjutnya akan dikembangkan hingga ke Pulau Balang. KIK memiliki letak strategis karena berada di teluk Balikpapan yang berhadapan langsung dengan selat Makassar yang merupakan bagian dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI II), posisi strategis tersebut memudahkan dalam mobilisasi barang untuk tujuan domestik maupun mancanegara (ekspor-impor). Hal ini ditunjang dengan kedalaman laut Teluk Balikpapan yang dapat dilalui dengan kapal berkapasitas 50.000 ton. Kawasan Industri Kariangau dibangun untuk mengakomodir pembangunan industri kimia, batubara, pengolahan kayu, pengeboran minyak, pupuk dan aneka industri lainnya. Hingga saat ini tercatat ada sekitar 20 pabrik yang sudah mengantongi izin membuat pabrik, dimana 13 diantaranya sudah beroperasi menyerap sekitar 4.000 tenaga kerja. Perusahaan yang sudah beroperasi antara lain bergerak dalam pengolahan CPO (Crude Palm Oil), pertambangan, batubara, dan migas, industri perKepalan, industri logam, tekstil perkayuan, serta pergudangan. Dalam menjalankan fungsinya, Kawasan Industri Kariangau didukung oleh infrastruktur terminal peti kemas, pembangkit tenaga listrik, jalan akses, jembatan dan jalan tol.

Pembangunan terminal peti kemas internasional Kariangau untuk aktifitas bongkar muat peti kemas, general cargo, termasuk batubara, dengan nilai investasi sebesar Rp 713 Milyar menempati luas area sekitar 57,5 ha. Kapasitas daya tampung terminal mampu menampung 17.000 teus (twenty-foot equivalent units) peti kemas atau sekitar 17,5 juta ton per tahun. Saat ini pembangunan trestle sepanjang 282 m dengan lebar 10,5 m ini sudah selesai, sementara pembangunan dermaga sepanjang 1,5 km sedang dalam pengerjaan. Terminal Peti Kemas Kariangau memiliki kedalaman 14 m pada saat surut sehingga mampu menampung kapal besar hingga bobot 22.000 DWT (Dead Weight Ton).