SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS KOPERASI USAHA MIKRO KECIL MENENGAH DAN PERINDUSTRIAN KOTA BALIKPAPAN

Tren UMKM Masih Positif

Tuesday - 30 Agustus 2016 - Dibaca: 1730 kali

Laporan kaltimpost.co.id

BALIKPAPAN - Angka kredit macet atau nonperforming loan (NPL) perbankan di Balikpapan kini sedang melonjak, namun rupanya ada pertumbuhan yang signifikan pada sektor usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) yakni sebesar 14,2 persen secara year on year (yoy).

Kepala Perwakilan Kantor Bank Indonesia Balikpapan, Suharman Tabrani mencatat kredit UMKM di Kota Minyak sampai Juli ini berada di posisi Rp 8,03 triliun. Dari kredit perbankan secara keseluruhan, share serapan usaha menengah ke bawah itu mencapai 35 persen.

Lalu, jika dibanding pertumbuhan kredit umum, pertumbuhan di sektor UMKM ini melejit jauh. Pertumbuhan kredit umum hanya 2,3 persen jauh dari UMKM yang mencatatkan angka 14,2 persen.

Dia menilai ketahanan sektor UMKM ini cukup tinggi. Dari pengalaman yang sudah-sudah saat Indonesia terjadi krisis ekonomi sektor ini lah yang mampu bangkit dan kukuh. Sektor ini termasuk mampu bertahan dalam krisis.

“Untuk menjaga kualitas kredit perbankan Balikpapan, setidaknya perbankan bisa fokus kepada sektor UMKM. Meskipun belum bisa terlalu besar diharapkan namun setidaknya mampu menekan NPL yang tercatat hingga 11,98 persen,” ucapnya.

Secara segmen, ia sebutkan yang menerima kucuran kredit paling banyak adalah segmen perdagangan, hotel dan restoran (PHR) sebesar 45 persen, kemudian konstruksi sebesar 5 persen. Menurut penggunaannya, aliran kredit UMKM masih dominan untuk modal kerja 59 persen sisanya investasi sebesar 41 persen.

Secara kategori usaha UMKM mendominasi masih dimenengah dengan komposisi 61 persen, kemudian kecil 27 persen, dan mikro 12 persen.

Melihat komposisi itu, Suharman menilai seharusnya komposisi makro dan kecil jumlahnya lebih banyak. Mengingat pelaku dari segmen tersebut jumlahnya saat besar. “Jumlahnya banyak harusnya, porsinya bisa lebih besar,” sebutnya.

“Kondisi di lapangan memang dari mikro ini biasa menemukan kesulitan untuk kelayakan kreditnya. Mereka banyak yang tidak bankable. Itu yang menjadi kendala,” ucapnya. Banyak pendapat, saat ini harusnya perbankan untuk sektor ini lebih mengutamakan melihat dari sisi visiable-nya. Selain KUR, penyaluran kredit di menengah, mikro masih melihat dari sisi bankable.

Namun, ia juga mengimbau agar perbankan tetap menjaga kualitas kredit mereka di sektor ini. NPL di sektor UMKM saat ini diangka 6,89 persen. Catatan tersebut seharusnya sudah menjadi perhatian perbankan karena sudah di atas 5 persen atau di luar level aman.

Cukup potensinya sektor UMKM tersebut juga terlihat dari pencapaian Bank Negara Indonesia (BNI) area Balikpapan. Pimpinan Sentra Kredit Kecil BNI KCU Balikpapan Haryanto mengatakan, penyaluran kredit untuk sektor menengah mikro hingga kuartal dua atau sampai dengan semester I tahun ini sudah melampaui target.

Out standing loan atau saldo dana yang sudah tersalurkan ke debitur kredit sampai saat ini sudah mencapai Rp 437,06 miliar dari target Rp 433,06 miliar atau 100,58 persen.

Pria yang akrab disapa Boy ini menjelaskan untuk jenis kredit KUR, pencapaian sampai Juli lalu sudah mencapai Rp 76,7 miliar dari target Rp 111,14 miliar atau baru terealisasi 68,91 persen. Ia yakini, potensi tinggi penyaluran kredit di segmen ini hingga akhir Agustus pihaknya dapat mencapai target. (*/aji/lhl/k18)

Sumber : http://kaltim.prokal.co/read/news/276860-tren-umkm-masih-positif.html